5 Hal Yang Menurunkan Performa Berlari Anda


Selain menjadi latihan kardio favorit banyak orang, berlari seharusnya menjadi aktivitas yang membuat Anda santai dan bebas dari stress. Akan tetapi, apakah Anda sering merasakan sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh Anda setelah selesai berlari? Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal yang seringkali tidak Anda sadari.

Simak beberapa kesalahan umum yang sering terjadi ketika berlari berikut ini:

  • Tidak menggunakan sepatu yang tepat
    Banyak dari Anda yang memiliki sepasang sepatu favorit untuk berlari, sehingga terkadang Anda kurang mempedulikan apakah sepatu yang Anda gunakan masih ideal untuk berlari atau tidak. Anda harus mengganti sepatu yang Anda gunakan setiap 400-500 km, tergantung dari berat badan dan tempat Anda berlari. Pastikan Anda juga memakai sepatu yang berukuran pas dengan kaki Anda. Memakai sepatu lari yang tepat penting untuk menghindari cedera. Sama halnya dengan berlari di luar ruangan, perhatikan juga hal ini bagi Anda yang rutin berlari di atas treadmill.
  • Tidak mengatur kecepatan lari
    Berlari terlalu kencang bisa membuat Anda tak terkendali, dan tidak jarang sampai menabrak sesuatu. Ini menyebabkan Anda mengalami cedera. Untuk mencegahnya, berhati-hatilah ketika Anda akan memacu kecepatan Anda. Mulailah lari Anda secara perlahan. Dengan cara ini, Anda bisa mengumpulkan energi yang cukup untuk melakukan lari yang lebih kencang.
  • Overstriding
    Overstriding artinya Anda memanjangkan langkah ketika berlari, sehingga tumit akan mendarat ke tanah terlebih dahulu, diikuti dengan telapak kaki mendarat secara penuh. Cara ini memang terlihat efektif untuk menambah kecepatan Anda berlari, namun pada kenyataannya hanya akan memperlambat laju Anda. Gerakan ini juga bisa menyebabkan cedera pada kaki Anda. Oleh karena itu, perhatikan cara berlari Anda sampai gerakan lari Anda menjadi natural. Jagalah langkah Anda agar tetap seimbang dan tetap dekat dengan permukaan tanah.
  • Dehidrasi
    Banyak pelari tidak menyadari berapa banyak cairan yang hilang ketika mereka berlari. Sebagian mereka memilih untuk tidak minum karena khawatir terjadi kram. Terjadinya kram karena minum air hanyalah mitos! Kram bisa diatasi segera dengan cara bernapas dalam-dalam melalui mulut atau melakukan pemanasan yang baik sebelum berlari. Sangat penting untuk tetap menjaga kecukupan air dalam tubuh. Minumlah air sebelum, saat, dan sesudah latihan untuk mencegah dehidrasi.
  • Overtraining
    Anggapan bahwa semakin jauh berlari berarti semakin meningkat performa Anda adalah pemahaman yang keliru. Tubuh kita memerlukan istirahat yang cukup untuk melakukan pemulihan. Istirahat yang cukup untuk pemulihan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kecepatan dan kekuatan Anda dalam berlari. Berlari setiap hari dan menempuh jarak yang terlalu jauh bisa mengakibatkan cedera. Jika Anda ingin melakukan lari jarak jauh, awalilah dengan jarak pendek terlebih dahulu kemudian tambah jarak lari Anda secara bertahap.

Dengan mengetahui beberapa kesalahan dalam berlari yang justru menurunkan performa berlari Anda dan justru membuat Anda berisiko cedera, maka mulailah berlari dengan baik dan benar sehingga Anda akan dapatkan manfaat optimalnya untuk kesehatan.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes