Woman On Top

Dari sekian banyak posisi bercinta, ada satu posisi yang sangat populer dan digemari oleh pria dan wanita yaitu posisi ‘woman on top‘ atau wanita berada di atas.

Woman-On-Top

Posisi ini bahkan bisa dibilang posisi standart kedua setelah gaya missionary. Meskipun demikian banyak wanita yang mengeluh bahwa posisi ini tidak semudah itu bahkan mengalami kesulitan saat mempraktekkannya. Mengapa?

Faktanya ‘woman on top‘ membutuhkan stamina yang baik. Sebab saat wanita berada diatas berarti dia yang mengatur jalannya ‘permainan’. Saat wanita berada diatas bisa saja melelahkan kalau anda tidak terbiasa berolahraga, sebab kuncinya agar tidak mudah letih ada di otot perut bawah dan sepanjang kaki. Lagi lagi untuk mencapai kesuksesan bercinta diperlukan olahraga rutin untuk meningkatkan stamina.

Jika anda wanita yang kebetulan memiliki rambut panjang ada baiknya saat posisi ‘woman on top‘ untuk mengikat atau menjepit rambut anda. Tentu sesekali menggerai rambut panjang anda bisa menambah keseksian tersendiri. Namun kenyataannya saat ‘woman on top‘ wanita akan mengeluarkan banyak keringat dan membiarkan rambut panjang anda yang basah dan berantakan bukannya menambah keseksian justru membuat anda dan pasangan bisa kehilangan fokus karena anda terus sibuk merapihkan rambut.

Fakta yang menarik lainnya saat posisi ‘woman on top‘ yaitu sering menimbulkan kegelisahan pada wanita yang kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Banyak wanita yang bertanya dalam hatinya bagaimana jika pasangannya bisa melihat ada lemak berlebih di bagian tubuh atau bekas luka yang tampak, selulit dan lainnya. Padahal pria tidak memusingkan hal itu, karena bagi pria saat terseksi seorang wanita dalam bercinta selain sedang orgasme adalah saat ‘woman on top‘ karena pria bisa betul-betul menikmati pemandangan yang ada di depannya. So, be confident ladies!

Banyak wanita saat berada di posisi ‘woman on top‘ melakukannya dengan gerakan konstan atau tergesa gesa seperti sedang menunggang seekor kuda. Padahal yang seharusnya dilakukan adalah membuat ritme gerakan. Mulai dari pelan lalu lebih cepat dan kembali pelan.

Jangan lupa untuk menggerakkan panggul anda kedepan kebelakang ditambah lagi jika otot paha anda kuat untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Buatlah lingkaran dengan panggul anda searah jarum jam dan bisa kembali ke gerakan cepat lalu kembali pelan. Tidak lupa sesekali dekatkan badan anda kepasangan sambil memberinya ciuman mesra dan bisikan kata kata penuh menggoda.

Jangan sekali sekali ‘menduduki’ pasangan anda dengan gerakan mendadak saat dia belum siap. Salah posisi bisa berakibat fatal dan menyakitkan alat vital pasangan anda. Jika anda merasa lelah saat sedang bercinta dengan posisi ‘woman on top‘ jangan malu untuk beristirahat sejenak dengan memeluk pasangan anda sambil mengatur nafas atau minta dia untuk mengambil alih sejenak.

Jadi posisi apapun yang anda ingin coba dengan pasangan yang terpenting dilakukan senyaman mungkin agar tidak sampai cidera.

BACA JUGA : Apakah Ukuran ‘Itu’ Penting?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes