Risiko Stroke Masih Ada Kalau Olahraga karena Terpaksa

Salah satu cara terbaik untuk menurunkan risiko penyakit adalah dengan berolahraga. Banyak penelitian membuktikan bahwa dengan berolahraga daya tahan tubuh akan meningkat sehingga penyakit tidak mudah datang.

Risiko-Stroke-Masih-Ada-Bila-Olahraga-karena-Terpaksa

Namun, sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa olahraga yang tidak dilakukan dengan perasaan gembira masih menyisakan risiko penyakit berbahaya yakni hipertensi dan stroke.

Tim peneliti dari University of Illinois menemukan bahwa olahraga yang sifatnya rekreasional selama 4 jam tiap minggu dapat mengurangi risiko hipertensi sebesar 19 persen. Dengan syarat, olahraga yang dilakukan dalam suasana santai dan menyenangkan.

Beberapa orang yang melakukan olahraga serupa dengan intensitas yang sama belum tentu mendapatkan manfaat sehatnya bila mereka melakukannya dengan terpaksa dan tidak dalam kondisi santai dan menyenangkan.

Seperti dilnasir Foxnews, Dr Martha Davilgus menegaskan, “Masuk akal bila olahraga karena terpaksa tidak berhubungan dengan pengurangan risiko hipertensi.”

“Berolahraga dalam kondisi terpaksa hanya menempatkan seseorang pada tekanan dan stres, bukan pada aktivitas yang sifatnya rekreatif, santai dan menyenangkan,” tambahnya.

Meski tidak mendapatkan manfaat sebesar mereka yang enjoy saat berolahraga, orang yang berolahraga karena terpaksa pun masih mendapatkan manfaat sehat ketimbang mereka yang bermalas-malasan di sofa.

Setidaknya, risiko hipertensi dan stroke orang berolahraga jauh lebih kecil daripada mereka yang bermalas-malasan di sofa.

So, tidak ada ruginya berolahraga. (dan)

BACA JUGA : Tidur Membantu ‘Mencuci’ Racun Berbahaya Dalam Otak!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes