Konsumsi Makanan Sehat itu Mahal?

Menurut penelitian di Australia, konsumsi pola makan sehat belakangan ini menjadi tren, tetapi ini menjadi sedikit terlalu berat di kantong orang-orang yang berasal dari kelompok berpenghasilan rendah.

makanan sehat

Biaya yang relatif tinggi pada makanan bergizi dan seimbang ini justru bisa mendorong kelompok-kelompok tersebut mencari makanan yang lebih murah, seperti bahan makanan olahan dengan lemak, garam, dan kadar gula tinggi, demikian menurut temuan oleh Flinders University, Australia.

Makanan menjadi lebih mahal biasanya disebabkan oleh masalah-masalah seperti kekeringan dan banjir, serta peningkatan pengiriman dan biaya transportasi.

“Saat ini, di media banyak pemberitaan tentang naiknya harga perumahan, tetapi ini juga berlaku untuk makanan,” kata Paul Ward, profesor kesehatan masyarakat di Flinders, yang memimpin penelitian ini.

“Dengan meningkatnya obesitas, pemerintah cenderung memusatkan perhatian dengan memberitahu masyarakat untuk makan sehat, tapi masalahnya adalah makanan sehat itu semakin sulit terjangkau. Oleh karena itu, masyarakat pun semakin sulit untuk memilih makanan yang sehat,” katanya.

“Makan sehat itu tampaknya akan menghabiskan sepertiga dari penghasilan kebanyakan orang, dan belum lagi untuk membayar tagihan listrik dan pembayaran sewa atau hipotek. Akhirnya, orang akan membeli makanan padat energi tapi miskin nutrisi, karena hanya itu yang mereka mampu,” tambah Ward.

Ward mengatakan, untuk memerangi masalah kesehatan potensial seperti obesitas dan diabetes, beberapa pemerintah luar negeri sudah mengurangi biaya makanan sehat di negara-negara berpenghasilan rendah.

“Pendekatan ini sudah terbukti efektif dalam meningkatkan pembelian makanan sehat di negara-negara tersebut,” tukas Ward.

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Environment and Public Health.

Well, menurut Anda bagaimana dengan harga makanan sehat di Indonesia? (jay)

BACA JUGA: Inilah Alasan Mengapa Ngemil Malam Hari Dilarang!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes