karbohidrat

Yuk, Jadikan Karbohidrat Sebagai Teman Diet

Apakah Anda terlalu takut dengan makanan yang mengandung karbohidrat saat berdiet? Padahal, karbohidrat bisa menjadi teman yang pas dalam diet Anda. Bagaimana cara memaksimalkannya?

Ya, makronutrisi yang juga sering disebut dengan karbo ini mungkin saja Anda jadikan ‘musuh’ bagi program diet Anda untuk menurunkan berat badan atau pembentukan tubuh.

Karbo sering dianggap sebagai salah satu nutrisi yang berpotensi dapat menumpuk lemak pada tubuh. Artinya, dengan mengonsumsinya kerap disebut dapat membuat seseorang gemuk.

Selain dianggap dapat meningkatkan persentase lemak tubuh, karbo juga dianggap dapat mengganggu kebugaran Anda. Apakah Anda juga berpikir demikian?

Tidak selamanya pendapat Anda tersebut benar.

Bahkan, karbo justru dapat membantu kebugaran tubuh Anda jika dikonsumsi secara tepat. Bagaimana caranya?

Mengapa Anda Tidak Perlu Fobia Pada Karbohidrat?

 

karbohidrat

Karbohidrat merupakan satu dari makronutrisi selain protein dan lemak. Makronutrisi sendiri adalah nutrisi yang penting untuk memasok energi dalam tubuh untuk beraktivitas.

Tentu, jika kekurangan konsumsi karbohidrat maka tubuh akan kekurangan energi. Dampak lainnya adalah kelelahan, fungsi mental yang kurang fokus alias lemot, hingga otot mudah terasa kram.

Terlebih jika Anda akan atau setelah latihan, pasti membutuhkan energi. Ketika Anda latihan beban, maka tubuh Anda memerlukan pasokan glikogen sebagai energi. Karena itulah, konsumsi karbohidrat masih sangat penting untuk program fitnes Anda.

Karbo juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon penting agar tubuh berfungsi secara optimal.

Jika kadar gula darah Anda tidak teratur, kemungkinan yang terjadi adalah Anda mengonsumsi makanan yang buruk.

Meski begitu penting perannya, namun masih ada beberapa orang (semoga bukan Anda) yang fobia pada makronutrisi ini.

Sebenarnya sederhana saja, Anda hanya perlu mengetahui jenis karbohidrat untuk mendukung program Anda.

Banyak Jenis Karbohidrat untuk Mendukung Program Anda

 

karbohidrat

Jenis karbohidrat dibagi menjadi 2 jenis utama, yaitu karbo sederhana (gula) dan kompleks (pati dan serat).

Perbedaannya adalah karbo sederhana memiliki struktur molekul yang sederhana, sementara karbo kompleks memiliki struktur molekul yang lebih kompleks sehingga mempengaruhi penyerapan dalam tubuh.

Karbohidrat Sederhana, Cepat Diserap Oleh Tubuh

Karbo sederhana terdiri dari 1-2 molekul gula. Karbo jenis ini dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh karena struktur molekulnya yang sederhana. Tentunya, ini cenderung dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Jika dikonsumsi, gula ini akan langsung diserap oleh darah dalam bentuk glukosa yang memberikan energi pada tubuh Anda. Dan jika tidak segera dibakar dengan beraktivitas atau latihan, maka potensi penumpukan lemak akan terjadi.

Apabila dibiarkan berlarut-larut, maka potensi obesitas akan semakin meningkat begitu pula gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes.

Makanan yang termasuk klasifikasi karbohidrat sederhana antara lain nasi putih, roti putih, biskuit, minuman ringan dan manis, dan kue.

Karbohidrat Kompleks, Lambat Diserap Tubuh

Karbo ini terdiri dari struktur molekul gula yang kompleks sehingga memerlukan waktu lama bagi tubuh untuk menyerapnya daripada karbo sederhana.

Karbohidrat kompleks dapat memberikan energi tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama karena penyerapan yang lama. Sehingga gula yang dikonversi menjadi lemak tidak akan sebanyak seperti pada karbo sederhana.

Makanan macam-macam karbohidrat kompleks antara lain oat, beras cokelat, gandum utuh, jagung, dan buah beri.

Pantau dengan Kandungan Indeks Glikemik (IG)

 

karbohidrat

Indeks Glikemik (IG) merupakan angka karbohidrat dalam skala 0-100 sesuai dengan seberapa cepat menaikkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Indeks Glikemik Rendah

Karbo yang termasuk indeks glikemik rendah biasanya sangat kaya akan vitamin dan juga serat. Serat sulit dicerna oleh tubuh dan memperlambat pencernaan karbo lain sehingga dapat membantu mencegah makan berlebih.

Selain itu, makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu meningkatkan performa atlet, terutama atletik, dengan memasok energi secara stabil.

Jika Anda berniat untuk menurunkan berat badan, makanan dengan indeks glikemik rendah akan menjadi sumber karbohidrat terbaik untuk program Anda.

Indeks Glikemik Tinggi

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat dengan cepat diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan kadar gula darah meningkat secara drastis.

Makanan olahan biasanya mengandung gula yang tinggi. Ketika dikonsumsi dan dicerna, makanan ini memberikan glukosa yang tinggi pada tubuh Anda. Jika tidak digunakan atau dibakar akan dapat menyebabkan penumpukan lemak.

Di sisi lain, makanan yang termasuk glikemik tinggi ini dapat menguntungkan bagi program Anda. Misalnya, konsumsilah makanan ini setelah latihan untuk memasok glikogen tubuh Anda yang telah habis saat latihan.

Lalu, Jenis Karbohidrat Mana yang Terbaik untuk Anda?

 

Memang benar, terlalu banyak mengonsumsi karbo dengan indeks glikemik tinggi bisa menambah berat badan dan kadar lemak tubuh Anda. Namun, konsumsi makanan dengan IG tinggi juga menguntungkan bagi Anda setelah latihan.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih kritis dan bijak dalam mengonsumsi makronutrisi ini sesuai dengan program Anda.

Menghindari karbo bukanlah ide tepat untuk memaksimalkan program fitnes Anda. Ingat, karbo adalah pemasok energi tubuh Anda.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah selalu pilih jenis karbohidrat mana yang terbaik untuk Anda, yang mengandung indeks glikemik tinggi atau rendah. Sudah siap untuk menjadikannya teman diet Anda?

loading…


Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes