mengubah tubuh menjadi mesin pembakar lemak

Mengubah Tubuh Menjadi Mesin Pembakar Lemak

Baru-baru ini ada penelitian yang menawarkan sebuah pendekatan baru tentang cara menurunkan berat badan. Salah satu yang ditekankan dalam penelitian tersebut adalah, waktu yang Anda tentukan untuk makan memiliki efek mendalam pada cara tubuh memperlakukan kalori yang Anda asup.

mengubah tubuh menjadi mesin pembakar lemak

Seperti apa pendekatan penelitian tersebut terhadap program penurunan berat badan Anda. Mari kita simak selengkapnya.

Keseimbangan adalah Kunci Mengendalikan Berat Badan

“jika Anda ingin memahami konsep keseimbangan energi energi secara instan, bayangkan tubuh Anda seperti mobil yang digunakan selama 24 jam sehari,” terang Dan Benardot, R.D, pakar nutrisi di Georgia State University, Atlanta.

Anda tidak dapat berharap mobil itu akan dapat membawa Anda dari satu tempat ke tampat lain tanpa pengisian bahan bakar secara sistematik. Anda juga tahu bahwa tidak mungkin mengisi bahan bakar melebihi kapasitas tangki mobil Anda. Tetapi seperti itulah cara sebagian besar orang mempergunakan tubuh mereka.

Kita berusaha memaksa tubuh untuk bekerja selama berjam-jam, kemudian memasok bahan bakar yang melebihi kapasitas tangki kita. Penelitian yang dilakukan Benardot memperlihatkan bagaimana strategi ini malah menghancurkan diri Anda sendiri.

Katakanlah Anda ingin mengikis lemak dan memutuskan untuk pergi jogging di pagi hari dengan perut kosong. “Cara termudah untuk mendapatkan energi adalah dengan memecah massa otot,” kata Bernadot.

Tubuh Anda daapt mengonversi asam amino-blok pembangun otot-menjadi glukosa, sumber energi manusia. “Seseorang yang berlari dengan perut kosong berharap dapat membangun otot, padahal ia sedang menghancurkan serat-serat otot tersebut. Dan ini kontra-produktif dengan tujuan Anda.” tambah Bernadot.

Cara kedua mungkin lebih umum dilakukan pria. Anda menyebutnya diet “penambah lemak”. Anda menunggu terlalu lama dari satu jam makan ke jam makan berikutnya. Kemudian setelah Anda benar-benar kelaparan, barulah Anda menyantap makanan favorit Anda.

Dijamin, cara ini akan memberikan gelombang hormon insulin yang jauh lebih besar dari biasanya. Yang bisa diartikan juga, tubuh Anda sedang mencoba menimbun lebih banyak lemak.

Studi yang dilakukan di Arnotogen Medical Center di Elmira, New York menemukan bahwa latihan yang diikuti menu makan yang tepat setelahnya dapat meningkatkan metabolisme. Inilah sebabnya makan setelah latihan sangat dianjurkan untuk mencegah pembakaran otot menjadi energi.

Gelombang Energi Mengendalikan Metabolisme

Anda mungkin sudah tahu bahwa metabolisme tubuh akan cenderung melambat seiring bertambahnya usia. Itu juga menjawab pertanyaan mengapa seseorang terlihat gemuk ketika usia bertambah.

Namun begitu, studi yang dilakukan University of Colorado menemukan bahawa pria tua yang berlatih dan makan sebanyak pria-pria yang lebih muda ternyata memiliki tingkat metabolisme yang sama.

Ini bukan berarti Anda harus berlatih setiap hari seperti ketika Anda masih berusia 17 tahun. Setiap kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda mempengaruhi jumlah kalori yang keluar dari tubuh Anda. Dalam hal ini ada dua mekanisme yang bekerja secara bersamaan.

Yang pertama disebut dengan “Thermic Effect of Feeling” yakni jumlah kalori yang dikeluarkan tubuh untuk memetabolisme makanan. Jumlah rata-rata adalah sekitar 10 persen dari total kalori yang dibakar setiap hari. Jumlah tersebut akan turun bila Anda makan lebih sedikit dan naik bila Anda makan lebih banyak.

Kedua adalah efek latihan dan aktivitas lain yang Anda lakukan sepanjang hari. Ini adalah bagian yang paling banyak diperhatikan oleh para pelaku diet. Tetapi jika Anda mengkombinasikan peningkatan waktu makanan dan peningkatan gerak, berarti Anda meningkatkan “gelombang energi” Anda.

Dan ini adalah kunci untuk meningkatkan metabolisme yang pada akhirnya meningkatkan pembakaran lemak tubuh Anda.

Beberapa nutrisi lebih baik dalam menciptakan energi daripada nutrisi yang lain. Misalnya protein. Tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna protein ketimbang karbohidrat atau lemak. Itulah sebabnya mengonsumsi protein dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

Tipe latihan yang Anda lakukan juga mempengaruhi gelombang energi. Misalnya latihan beban. Latihan ini dapat memberikan peningkatan metabolisme yang menakjubkan dan efeknya bisa bertahan lebih dari satu hari setelah Anda latihan. Mengapa latihan beban bisa memberikan dampak sehebat itu?

Faktor paling dominan adalah perbaikan otot. Latihan beban yang tepat akan ‘merobek’ serat-serat otot yang Anda latih. Berkat protein yang Anda asup setelah latihan, serat-serat otot tersebut akan memperbaiki diri dan tumbuh lebih besar dari sebelumnya.

Bahkan studi lain menemukan, terjadi peningkatan massa otot sebesar 21 persen dalam 3 jam setelah latihan beban. Proses ini disebut dengan “isi ulang protein” dan proses inilah yang membuat Anda membakar lebih banyak kalori. Seperti yang pernah kita bahas dalam artikel terdahulu bahwa otot adalah mesin pembakar lemak terbaik di tubuh kita. Jadi, untuk meningkatkan pembakaran cadangan lemak, menambah massa otot dengan latihan beban adalah solusi yang efektif.

Makin Banyak Otot Makin Banyak Lemak Dibakar

So, kesimpulan yang bisa diambil dari uraian di atas adalah, berlapar-lapar dan lari berjam-jam di atas treadmill tanpa latihan beban tidak akan membuat Anda langsing.

Makan sebelum latihan sangat dianjurkan agar tubuh tetap berenergi saat latihan dan makan lagi sesudahnya untuk mempercepat proses perbaikan otot. Makin banyak otot makin banyak lemak yang dibakar. (dan)

BACA JUGA : 4 HUKUM FISIKA YANG BISA MEMBUAT TUBUH ANDA KEKAR

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes