10 Penyebab Cepat Lapar yang Sering Gagalkan Diet

Apa saja penyebab cepat lapar yang sangat mengganggu program menurunkan berat badan? Mungkin 10 penyebab hal ini ada beberapa diantaranya yang sering kita alami.

Beberapa dari kita mungkin pernah merasakan, “kenapa ya saya sering merasa lapar”?

Tentu, bila kita sedang menerapkan program penurunan berat badan, hal ini bisa berdampak negatif pada program kita.

Lalu apa saja sebenarnya penyebab cepat lapar ini?

1. Penyebab Cepat Lapar Karena Terlalu Banyak Minuman Soda

penyebab cepat lapar

Apakah kita masih butuh alasan lain kenapa harus mengurangi soda dari diet kita?

Soda, es teh, dan minuman manis lainnya penuh dengan sirup jagung fruktosa tinggi. High-Fructose Corn Syrup ini disebut pada penelitian yang dilakukan Yale University, bahwa terkait dengan tingkat kekenyangan yang lebih rendah.

Hal ini karena mengonsumsi fruktosa dapat menghalangi kemampuan otak kita memproses sinyal dari hormon leptin, yaitu hormon yang memberi tahu kita saat sudah cukup makan.

2. Mudah Lapar Karena Sering Makan Makanan Kemasan

Tidak sedikit makanan dan minuman dalam kemasan yang mengandung bahan kimia bisphenol-A atau BPA.

The Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan bahwa BPA dapat mempengaruhi lingkar pinggang.

Dikutip dari laman MensHealth, hasil penelitian tahun 2014 mengatakan bahwa BPA ini dapat mempengaruhi ukuran lingkar pinggang.

BPA juga dapat mengubah tingkat hormon leptin dan ghrelin, yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang.

Lonjakan kadar hormon tersebut dapat menjadi penyebab cepat lapar, dan tentu pada gilirannya dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

3. Sarapan yang Terlalu Sedikit

penyebab cepat lapar

Dulu mungkin sangat sering kita diingatkan oleh ibu kita, “Sarapan adalah makanan yang penting untuk mengawali hari”.

Jadi, secangkir kopi saja masih belum cukup untuk memulai beraktivitas.

Menurut studi jangka panjang dari University of Cambridge, orang yang hanya mengonsumsi 300 kalori sarapan, cenderung mendapatkan berat badan dua kali lebih banyak daripada orang yang sarapan sebanyak 500 kalori.

Alasannya adalah sarapan yang lebih banyak membuat kenaikan kadar gula dan insulin lebih kecil sepanjang hari.

Jadi hal itu akan mampu menghindarkan kita dari rasa lapar yang tiba-tiba.

Yang disarankan adalah jumlah kalori saat sarapan lebih banyak proteinnya.

4. Menghindari Salad

Sayuran adalah salah satu makanan yang penting dalam tubuh kita. Terlebih ketika kita melakukan program penurunan berat badan.

Sayuran berdaun hijau mengandung vitamin K yang tinggi, nutrisi pengatur insulin yang membantu mengurangi hasrat untuk makan berlebih.

Pada pria disarankan setidaknya mengonsumsi 120 mikrogram vitamin K setiap harinya. Jumlah ini bisa dikatakan kurang lebih setara dengan satu cangkir Kale.

Dan ini, bisa kita sayuran berdaun hijau tambahkan pada menu salad.

5. Tidak Mengonsumsi Teh

penyebab cepat lapar

Menurut sebuah penelitian dari Journal of the American College of Nutrition, orang yang konsumsi satu cangkir teh hitam setelah makan makanan tinggi karbohidrat, dapat membantu menurunkan gula darah hingga 10% selama beberapa jam setelah makan.

Hal ini berarti dapat membuat kita merasa kenyang yang lebih lama.

Alasan lain ada seperti yang disampaikan pada studi dari The University of California, Los Angeles (UCLA) tahun 2017.

Para peneliti mengatakan bahwa mengonsumsi teh hitam dapat menyebabkan perubahan dalam mikrobioma usus yang dapat membantu menurunkan berat badan.

6. Penyebab Cepat Lapar Paling Sering, Kurang Minum Air

Terkadang, dehidrasi menjadi ‘imitasi’ dari rasa lapar itu sendiri.

Artinya, tubuh kita kekurangan air namun kita menganggap bahwa itu adalah rasa lapar.

Hal ini dikarenakan oleh hipotalamus, bagian otak yang mengatur rasa lapar dan haus, mengirim sinyal campuran ketika tubuh kita sangat haus.

Selanjutnya, kita berpikir bahwa tubuh memerlukan camilan meskipun sebenarnya yang dibutuhkan adalah segelas air.

Bila kita baru saja makan dan masih merasa lapar, coba minum segelas air sebelum mengonsumsi makanan lagi.

Dari sini kita akan tahu apakah tubuh kita benar-benar merasa lapar atau karena haus.

Dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebab cepat lapar yang mungkin sering kita alami. So, jangan lupa untuk minum air ya.

7. Karena Kita Sedang Bosan

penyebab cepat lapar

Ya, serius.

Rasa bosan sering menjadi penyebab utama penambahan berat badan.

Bahkan, sebuah studi tahun 2015 menemukan adanya hubungan antara kerentanan terhadap rasa bosan dengan makan berlebih.

Untuk menguji dan memastikan apakah kita benar-benar lapar, bayangkan steak atau makanan yang menjadi favorit kita biasanya.

Bila makanan tersebut terlihat menarik, ini bisa dikatakan bahwa tubuh kita benar-benar lapar.

Tapi jika tidak tergoda, kemungkinan hal itu hanyalah selingan dari rasa bosan kita.

8. Lebih Sering Memanfaatkan Happy Hour

Sudah pernah mendengar istilah happy hour kan?

Happy hour merupakan istilah marketing dimana tempat tertentu sedang menawarkan diskon pada minuman beralkohol seperti bir, anggur, atau koktail.

Selain itu, juga ada diskon khusus pada makanan pembuka atau menu tertentu.

Padahal minuman beralkohol sangat tidak baik untuk kesehatan secara umum, dan ukuran pinggang kita secara khusus.

Selain penuh dengan kalori kosong, minuman beralkohol juga dapat menipu otak kita untuk berpikir bahwa kita sedang lapar, meskipun sebenarnya tidak.

Studi tahun 2017 dengan subjek hewan pengerat menunjukkan, alkohol dapat memicu neuron tertentu di dalam otak yang menyebabkan keinginan untuk segera makan.

Namun efek tersebut sejauh ini masih diteliti lebih dalam untuk menentukan apakah itu memiliki efek yang sama pada manusia.

9. Sering Stres

penyebab cepat lapar

Sering merasa tertekan di rumah?

Atau memiliki hari yang cukup menegangkan di kantor karena deadline belum terselesaikan?

Hal ini ternyata bisa dikaitkan dengan keinginan kita untuk makan.

Maka dari itu, sering kita mendengar bahwa orang yang stres biasanya dialihkan dengan makanan.

Ketika kekhawatiran ini muncul, tubuh kita akan melepaskan hormon stres (kortisol) yang dapat menyebabkan kita gemar makanan yang manis, makanan berlemak, atau asin, sehingga sangat rentan makan berlebih pada makanan-makanan tersebut.

Jika sering dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membuat penambahan berat badan.

Bila memang makanan penjadi peralihan, kita dapat mengalihkannya pada makanan atau camilan yang sehat.

Dan tentu saja diimbangi dengan olahraga yang tepat untuk mengurangi stres yang kita alami.

10. Sering Tergiur Pada Makanan Berlemak nan Nikmat di Sosial Media

Sosial media seperti Instagram memang sudah menjadi trend dan sulit untuk dihindari.

Penggunaan sosmed ini bisa membuat kita lebih termotivasi bahkan juga bisa membuat berhalusinasi.

Studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Cognition, dikatakan bahwa makanan-makanan nikmat yang terlihat di feed (beranda) social media dapat membuat kita terlihat lapar secara visual.

Penelitian lain menyebutkan bahwa otak orang-orang yang gemuk bereaksi lebih kuat terhadap foto makanan, dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan sehat (sesuai BMI).

Jadi bila kita sedang berhasrat pada makanan-makanan berlemak, hindari feed sosmed kita yang memposting foto-foto makanan yang menarik dan menggugah selera.

Sudah tahu kan beberapa penyebab cepat lapar? Sekarang sudah sangat mudah bagaimana untuk mengatasinya.

loading…


Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes